Penjelasan Siklus Haid
Wednesday, October 2, 2013
Edit
Sponsored Links
Loading...
Anak perempuan yang mulai beranjak dewasa akan mengalami siklus haid. Siklus haid adalah suatu proses dimana rahim mengalami pembersihan dari pembuluh darah, dan kelenjar-kelenjar serta sel-sel yang tidak terpakai, sehingga tidak terjadi pembuahan. Jadi, apabila perempuan mengalami kehamilan, maka haid tidak terjadi. Siklus haid terjadi normalnya di usia 12 - 13 tahun, bahkan ada yang mengalami haid lebih cepat di usia 8 tahun dan lambatnya di usia 18 tahun. Haid akan mulai berhenti pada usia antara 40 - 50 tahun, keadaan ini biasa kita sebut monopause.

Siklus haid yang normal akan mulai dirasakan pada 21 - 35 hari sekali, dengan lama masa haid 3 - 7 hari. Darah haid yang normal memiliki jumlah sekitar 30 - 40 mililiter. Sementara siklus haid terbagi menjadi dua tahap yaitu:

Siklus haid yang normal akan mulai dirasakan pada 21 - 35 hari sekali, dengan lama masa haid 3 - 7 hari. Darah haid yang normal memiliki jumlah sekitar 30 - 40 mililiter. Sementara siklus haid terbagi menjadi dua tahap yaitu:
- Tahap pra-ovulasi yaitu haid pertama terjadi hingga saat ovulasi, tahap ini berlangsung 2 minggu. Namun keadaan ini dapat berubah-berubah, karena setiap perempuan berbeda-beda mengenai masalah ini.
- Tahap pasca-ovulasi yaitu masa terjadinya ovulasi hingga haid berikutnya. Lamanya pasca-ovulasi pada umumnya rata-rata 14 hari.
- Payudara akan terasa sensitive
- Mulai timbulnya jerawat
- Badan mulai besar
- Sakit kepala
- Terasa kram pada bagian punggung
- Pola tidur tidak menentu atau berubah-ubah
- Asupan kalori yang kurang
- Hormon yang tidak seimbang khususnya terjadi pada kelenjar tiroid
- Memaksakan olahraga yang terlalu berat
- Berat badan yang jauh dari standar
- Sedang menjalani pengobatan tertentu.
Sponsored Links
Loading...
Loading...
Related Posts