Panduan MPASI Anak Menurut WHO
Sponsored Links
Loading...
Panduan MPASI Anak Menurut WHO
Ini nih yang sering bikin bingung, karena ada beberapa pendapat diluar sana tentang makanan apa sih yang baik untuk awal MPASI. Ada yang bilang buah tok selama 6 bulan, ada juga yang bilang bubur susu aja, tapi ada juga yang bilang semua makanan boleh dikasih. So please help me find the answer T_T
Okay, sip, kita bahas yaaaa
Jadi giniii, panduan MPASI yang disarankan adalah panduan MPASI WHO. Keberagaman makanan adalah kunci gizi seimbang. Karena tidak ada satu pun bahan makanan yang mengandung semua elemen gizi yang diperlukan. Secepatnya kenalkan bahan makanan yang bervariasi. Kebutuhan energi dan zat gizi lainnya terus meningkat, sedangkan cadangan zat besi menurun drastis di usia 6 bulan. Jadi, sejak usia 6 bulan, mulai kenalkan semua variasi makanan. Apa sajakah itu? Yaitu bahan pangan pokok (serealia, ubi-ubian), buah dan sayuran, kacang-kacangan dan olahannya (tempe tahu), dan sumber protein hewani (daging sapi, ayam, telur, ikan, hati), dan yang tidak kalah penting yaitu sumber lemak tambahan (minyak, mentega tawar, santan, kaldu). Jadi, variasi sama di semua usia, hanya saja untuk tekstur, porsi dan frekuensi terus ditingkatkan sesuai tahapan usia bayi.
Ehh, ini serius bunda? Jadi anak saya nanti sudah boleh dikasih telur, ayam, hati dan lain- lain sejak awal MPASI?
Iya bunda, seriuuuusss. Hal ini tertera dalam Infant and Young Child Feeding Model Chapter dari WHO (http://www.who.int/nutrition/ publications/infantfeeding/ 9789241597494/en/) “young children can consume a variety of foods from the age of six months, including eggs, peanuts, fish and shellfish”
Wah, beneraaan? Ginjalnya kuat gat tuh? Pada usia 6 bulan, ginjal bayi telah berkembang dengan baik lho, sehingga mampu mengeluarkan produk sisa metabolisme termasuk dari bahan pangan tinggi protein.
Tapi saya takut kalo anak saya alergi bun L
Kalau Bunda belum ngasih, darimana bunda tau anaknya alergi atau tidak? J
Lagipula, sebenarnya patokan saat pemberian ASIX selama 6 bulan juga bisa dijadikan suatu rujukan. Jika bayi alergi terhadap makanan atau minuman yang Bunda konsumsi saat menyusui, maka beberapa saat setelah bayi menyusu akan menimbulkan reaksi alergi pada bayi. Dan satu hal yang juga penting, jangan lupa untuk membuat food diary, fungsinya agar bunda tau dan punya catatan tentang makanan apa saja yang memberikan reaksi tertentu pada anak, mulai dari tekstur, warna, dan frekuensi BAB- nya, apakah ada reaksi alergi (ruam, muntah, batuk, diare, sembelit) atau tidak, apakah anak doyan atau tidak.
Oh gituuu, oke, jadi menu apa aja yang bisa saya kasih untuk awal MPASI?
Untuk 10-14 hari pertama, kenalkan anak dengan menu tunggal terlebih dahulu. Menu tunggal itu apa sih? Menu tunggal itu hanya satu jenis bahan makanan saja dalam tiap kali makan. Fungsinya untuk perkenalan dan mengetahui ada alergi atau tidak, jika sejak awal sudah dicampur-campur kita tidak tahu bahan makanan apa yang membuat alergi.
Contoh menu tunggal :
Hari pertama MPASI, pagi bubur lumat beras putih, sore alpukat lumat
Hari kedua, pagi kentang lumat, sore brokoli lumat
Hari ketiga, pagi labu kuning lumat, sore hati ayam lumat
Hari keempat, pagi pisang lumat, sore tahu lumat
Hari kelima, pagi kuning telur lumat, sore apel lumat
Dst..
Aturan pemberian makan dengan menu yang sama selama 3 atau 4 hari berturut-turut sebenarnya tidak diperlukan. Kenapa? Karena di awal MPASI justru bunda perlu mengenalkan beragam bahan makanan yang biasa dikonsumsi keluarga bunda sehari-hari, selain itu, tanda alergi pun dapat muncul dalam 24 jam, jadi kalau memang tidak ada riwayat alergi pada keluarga, sebaiknya ganti menu tiap kali makan ya
Inti dari panduan pemberian MPASI dari WHO adalah kenalkan beragam bahan makanan yang mudah didapat dan biasa dikonsumsi keluarga sejak awal pemberian MPASI usia 6 bulan.Berikan, amati reaksinya, kalau ada alergi, stop makanan yang diduga menjadi allergen, lalu berikan beberapa waktu kemudian. Oleh karena itu, jangan lupa buat food diary ya, catat SEMUA bahan makanan yang dikonsumsi bayi dan BAGAIMANA REAKSINYA ^_^
World Health Organization. 2000. Complementary Feeding : Family Foods For Breasfeed Children.http://whqlibdoc.who.int/hq/ 2000/who_nhd_00.1.pdfDiakses pada 27 Desember 2014
Perinasia. 2014. Modul Bahan Bacaan Manajemen Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI).
===
Panduan MPASI menurut WHO yaitu: Age, Frequency, Amount, Texture, Variety, Active/Responsive dan Hygiene. Disingkat menjadi AFATVAH
1.AGE : MPASI diberikan pada saat yg tepat, yaitu usia 6 bulan. Jika MPASI diberikan sebelum usia 6 bulan resikonya antara lain adalah sebagai berikut:
- Pemberian makan setelah bayi berumur 6 bulan memberikan perlindungan besar dari berbagai penyakit. Hal ini disebabkan sistem imun bayi kurang dari 6 bulan belum sempurna. Pemberian MPASI dini sama saja dengan membuka pintu gerbang masuknya berbagai jenis kuman, apalagi jika tidak disajikan higienis. Hasil riset terakhir di Indonesia menunjukkan bahwa bayi yang mendapatkan MPASI sebelum ia berumur 6 bulan, lebih banyak terserang diare, sembelit, batuk-pilek, dan panas dibandingkan bayi yang hanya mendapatkan ASI Eksklusif.
- Menyulitkan ibu mempertahankan produksi ASI karena bayi yang sudah mendapatkan MPASI biasanya akan berkurang kebutuhan menyusunya
- Saat bayi berumur 6 bulan keatas, sistem pencernaannya sudah relatif sempurna dan siap menerima MPASI. Beberapa enzim pemecah protein seperti asam lambung, pepsin, lipase, enzim amilase, dsb baru akan diproduksi sempurna pada saat ia berumur 6 bulan.
- Mengurangi resiko terkena alergi akibat pada makanan. Saat bayi berumur kurang dari 6 bulan, sel-sel di sekitar usus belum siap untuk kandungan dari makanan. Sehingga makanan yg masuk dapat menyebabkan reaksi imun dan terjadi alergi.
- Pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan akan mencegah potensi obesitas pada anak
- Menunda pemberian MPASI hingga 6 bulan melindungi bayi dari obesitas di kemudian hari. Proses pemecahan sari-sari makanan yg belum sempurna. Pada beberapa kasus yg ekstrim ada juga yg perlu tindakan bedah akibat pemberian MPASi terlalu dini. Dan banyak sekali alasan lainnya mengapa MPASI baru boleh diperkenalkan pada anak setelah ia berumur 6 bulan
Kalau MPASI diberikan terlambat resikonya: bayi tidak mendapat cukup nutrisi untuk pertumbuhan, tumbuh kembang lebih lambat lambat, malnutrisi dan defisiensi gizi seperti zat besi.
2.FREQUENCY : Perhatikan frekuensi pemberian MPASI. Di awal mulai makan (umur 6 bulan), 2 kali makan /hari lalu ditambah menjadi 2-3 kali makan plus 1-2 kali makanan ringan. Sejak umur 9 bulan berikan 3 kali makan dan 2 kali selingan makanan ringan. Umur 1 tahun ke atas, berikan 3-4 kali makan dan 2 kali selingan.
3.AMOUNT : Jumlah makanan tentu harus diperhatikan, bayi baru mulai makan diberi sesuai selera bayi, lalu tingkatkan secara bertahap. MPASI Umur 6 bulan (awal) mulai dengan 2-3 sdm setiap kali makan. Tingkatkan secara bertahap sampai setengah mangkok ukuran 250ml untuk usia 6-9 bulan. MPASI Setelah umur 9-12 bulan, diharapkan sudah mulai makan setengah sampai tiga perempat mangkok ukuran 250ml. MPASI Setelah umur 1 tahun, porsi rata-rata 1 mangkok ukuran 250ml.
Jumlah makanan tentu harus diperhatikan. Saat baru mulai makan, mulai dgn sesuai selera bayi, lalu tingkatkan secara bertahap.Umur 6 bulan mulai dengan 2-3 sendok makan setiap kali makan. Perhatikan petunjuk yang diberikan bayi Anda untuk tahu kapan harus menurunkan atau meningkatkan porsi. Tingkatkan secara bertahap sampai setengah mangkok ukuran 250 ml utk usia 6-9 bulan. Setelah umur 1 tahun, porsi rata-rata 1 mangkok ukuran 250 ml.
4.TEXTURE : Tahapan tekstur ini jangan terlalu cepat, tapi jangan terlalu lambat juga.
6 bulan - 8 bulan 29 hari : makanan lumat (bubur saring, puree atau makanan yang dihaluskan)
9 bulan - 11 bulan 29 hari : makanan lembik (nasi tim, bubur tanpa disaring, makanan dicincang halus)
12 bulan : makanan keluarga
Tekstur makanan sangat penting. Anak yang sedang dalam tahap MPASI berarti sedang belajar makan, maka kenaikan tekstur harus dilakukan bertahap hingga mampu makan makanan keluarga. Tahapan tekstur ini jangan terlalu cepat dan jangan terlalu lambat pula.. Waktu mulai makan umur 6 bulan, berikan bubur kental atau puree, patokannya jika diletakkan di sendok, sendoknya dimiringkan, puree atau bubur itu tidak tumpah. Setelah mulai makan beberapa minggu, sampai umur 9 bulan berikan bubur yang lebih kental atau bubur saring. Mulai umur 9 bulan sudah bisa diberikan makanan cincang halus, yang penting tidak keras, dan mudah dijumput anak. Umur 1 tahun, anak sudah bisa makan makanan keluarga. Cincang jika perlu bagian-bagian yang sulit dikunyah seperti daging sapi.
5.VARIETY : Berikan makanan yang bervariasi agar kebutuhan nutrisi terpenuhi setiap harinya. Daging, ayam, ikan atau telur harus diberikan setiap hari. Buah-buahan dan sayuran yang kaya akan vitamin A harus diberikan juga setiap hari. Jangan lupa menambahkan lemak dalam makanan. Hindari pemberian gula dan garam untuk anak dibawah 1 tahun. Pemberian gula akan mengajarkan anak suka makanan yang manis sampai besar dan memiliki kecenderungan obesitas dan diabetes, sedangkan penambahan garam sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan kerja ginjal bayi. Rasa asin dan manis didapatkan dari rasa alami makanan saja.
Keberagaman makanan adalah kunci gizi seimbang. Karena tidak ada satu pun bahan makanan yang mengandung semua gizi. MPASI boleh dimulai dgn bubur serealia atau puree buah, terserah mana yang ibu pilih. Yang penting, secepatnya kenalkan bahan makanan yg bervariasi. Ingat bahwa kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat terus, sedangkan cadangan zat besi menurun drastis di usia 6 bulan. Jadi, sejak umur 6 bulan mulai kenalkan semua variasi makanan: pangan pokok (serealia, ubi-ubian), buah dan sayuran, kacang-kacangan, dan sumber hewani. Jadi, variasi sama di semua umur alias sevariatif mungkin, yang berubah cuma tekstur, jumlah, dan frekuensi yang meningkat.
6.ACTIVE/RESPONSIVE : Beri makan bayi langsung dari tangan ibu, bayi yang lebih besar harus diawasi saat makan sendiri, pelajari kapan anak lapar dan kenyang, berikan makan secara perlahan dan sabar, jangan dipaksa, bila bayi menolak macam-macam makanan, coba berikan kombinasi makanan, rasa, tekstur dan cara pembuatan, hindari apapun yang dapat mengganggu konsentrasi bayi saat makan seperti TV atau mainan, selalu diingat bahwa proses makan adalah proses belajar dan mencurahkan cinta untuk itu ajaklah bicara sambil memberikan makan dan pertahankan kontak mata.
Pemberian makan secara aktif dan responsif terhadap bayi/anak. Tidak ada lagi acara menghidupkan TV atau jalan keliling kompleks agar anak mau makan. Respon anak dengan senyum, jaga eye contact, jangan lupa berikan kata-kata positif yg menyemangati. Suapi pelan-pelan, sabar, ceria, penuh humor. Bisa juga dengan memberi makanan yang bisa dia pegang (seukuran jari, lunak) jadi dia akan ikut makan sendiri. Jangan ada distraction, agar iar anak tetap tertarik sama makanannya. Boleh dipangku kalau dia merasa lebih nyaman, tapi jangan digendong jalan-jalan.
7.HYGIENE : Jagalah kebersihan makanan saat membuat dan menyimpannya dengan mencuci tangan pengasuh dan anak sebelum membuat makanan dan makan, simpan makanan dengan aman dan makanlah secepatnya setelah dibuat, pakailah alat makan yang bersih, hindari menggunakan botol yang ada sendok ujungnya karena cenderung sulit dibersihkan.
Pastikan makanan bebas patogen. Jangan lupa cuci tangan ibu dan bayi sebelum makan (untuk ibu juga harus mencuci tangan sebelum mempersiapkan makanan), pilih makanan yang segar, simpan dan masak dengan baik. Pastikan juga MPASI bebas toksin/racun, tidak ada bahan kimia berbahaya, tidak ada bagian tulang keras yang bisa membuat bayi tersedak dan tidak diberikan dalam keadaan terlalu panas.
Jadi makanan apa yang akan ibu berikan untuk anak-anak ibu saat memasuki usia 6 bulan keatas? Pilihan ada ditangan ibu, apapun yang ibu berikan tidak menjadi masalah asalkan seluruh nutrisi yang dibutuhkan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bayi ibu, cara membuat dan penyimpanan yang benar, dan cara memberikannya pun benar.
Sumber:
============================== ======
Panduan MPASI Menurut WHO
Diposkan oleh Nayasa Ibrahim
Dulu, bayi diberi ASI eksklusif cuma sampe 4 bulan, terus, kenapa sekarang jadi 6 bulan? Itu karena anjuran WHO ^_^
Tau gak, WHO itu gak cuma ngasih panduan awal mulai MPASI, tapi juga ngasih panduan MPASI-nya loh. Bahkan sampe anak berusia 24bulan (weaning with love). Secara udah ada yang whole package, ngapain repot-repot lagi? Hihihi..
Ini dia panduan Jadwal MPASI menurut WHO.
1. Serealia
WHO menganjurkan kita memulai MPASI dengan serealia (beras putih, beras merah, oat/havermuth), ini bukan tanpa alasan, loh.
- Serealia adalah bahan makanan yang paling minim memicu reaksi intoleransi pada bayi (awamnya alergi). Paling minim, loh ya.. bukannya inalergi alias tidak akan menimbulkan alergi. Reaksi intoleransi ini sebisa mungkin dihindari terjadi pada bayi, karena bukan hanya mengganggu, bahkan bisa berbahaya. Contoh reaksi intoleransi ini antara lain: ruam, sembelit, diare, sesak nafas, dll.
- Rasa serealia biasanya hambar, maka ketika dicampur dengan asip, hanya rasa asip yang terasa. Jangan lupa. Tekstur makanan pertama bayi adalah cair, bagai ASIP berbubur. Bayangkan saja, selama 6 bulan bayi hanya minum ASI, maka bagai orang puasa, janganlah diberi makan yang langsung kental.
- Bayi 6 bulan memerlukan banyak sekali kalori, dan hanya bisa dipenuhi oleh karbohidrat. Berapa banyak kasus bayi yang ditunda pemberian karbonya yang berat badannya naik pesat setelah diberi karbo? Sering denger kasus kayak gitu kan? Karena memang, 6m+ itu aktivitasnya sudah berjibun. Dia belajar berdiri, merangkak, atau merayap, berceloteh, dan lain-lain.. semua itu memerlukan banyak sekali kalori yang sudah tidak bisa lagi dipenuhi oleh ASI/ASIP.
- Bayi sudah bisa menyerap semua bahan makanan “aman” seperti beras, bayam, wortel, dll sejak 3bulan! Tapi siapa juga yang mau ngasih makan bayi umur 3 bulan? Hehe.. karena itu, pada usianya yang 6 bulan, bayi sudah sangat siap mencerna serealia dan kawan2nya :)
2. Daging
Awalnya WHO meletakkan jadwal daging ini di usia 8bulan. Namun dengan banyaknya kasus bayi di bawah 2 tahun dengan anemia defisiensi besi, terutama di Asia, WHO-pun memajukan jadwal makan daging ini menjadi: MINGGU KEDUA MPASI. Ada pendapat lain: 6,5 bulan. Sama saja, pilih mana juga boleh, pokoknya intinya: segerakan pemberian daging merah :)
Bersama daging merah ini juga bisa dikenalkan air jeruk. Karena daging mengandung banyak zat besi dan vitamin C membantu penyerapannya. Air jeruk mengandung vitamin C yang tinggi. Berikan daging dan air jeruk bersamaan/berdekatan.
Pantangan dalam memberikan daging adalah: tidak boleh diberikan bersamaan/berdekatan dengan susu (sufor). Karena susu menghambat penyerapan zat besi.
3. Sayur karbo
Setelah dikenalkan dengan daging, kenalkan bayi dengan sayuran berkarbohidrat, seperti kentang, ubi, labu kuning, kacang ijo, dll. Tetap karbo, karena bayi masih memerlukan kalori tinggi. Ibu bisa tetap memberikan makan 1x sehari atau meningkat jadi 2x sehari. Kekentalannya juga meningkat sesuai keterampilan bayi.
4. Sayur nonkarbo
Ketika ibu memberikan sayuran nonkarbohidrat pada bayi, bayi sudah makan 2x sehari, salah satunya adalah bubur (karbo). Sayuran ini antara lain: wortel, bayam, sawi, terung, labu siam, dll. Disarankan pemberian sayur nonkarbo ini dalam bentuk fingerfood, alias dipotong menyerupai korek api dan dimakan sendiri sama bayi. Bahasa gawulnya beelwe (BLW-baby led-weanning). Tapi tetep diawasin ya, bu ^_^
5. Buah
Ini adalah bahan makanan yang terakhir dikenalkan ke bayi. Tidak disarankan dicampur dengan susu karena susu menetralkan vitamin dan mineral dalam buah. Karena itu sebaiknya pemberiannya berbentuk fingerfood saja. ^_^
Buah-buahan tertentu (misal: apel, pir) bisa dikukus dulu untuk melunakkan seratnya. Pakai bantuan mesh feeder supaya bayi lebih mudah mengonsumsinya :)
Nah, sudah saya tuliskan panduan MPASI menurut WHO. Untuk lebih jelasnya bisa mengunjungi link-link di bawah (yang jadi source saya). Jangan lupa TANPA TAMBAHAN GARAM DAN GULA.
Selamat memasak ^_^
Sponsored Links
Loading...
Loading...
Related Posts